Literasi Digital Teknologi Inovatif dan Kreatif SMA Negeri 1 MUNTOK - Bangka Barat

cara menulis puisi


1. Gunakan citraan yang konkret.
 Hindari citraan yang abstrak dan pilih deskripsi konkret untuk menggambarkan orang, tempat, dan objek dalam puisi. Kammu juga harus mencoba menjelaskan sesuatu menggunakan lima indra: penciuman, perasa, sentuhan, penglihatan, dan pendengaran. Penggunaan citraan yang konkret dapat membuat pembaca tenggelam dalam dunia puisimu dan menciptakan gambaran yang lebih "hidup". [11]
  • Sebagai contoh, daripada menjelaskan perasaan atau citraan dengan kata-kata abstrak, gunakan kata-kata yang lebih konkret. Daripada sekadar mengatakan, "Aku begitu bersemangat", kamu bisa menggunakan kata-kata yang konkret untuk menciptakan gambaran yang lebih jelas, seperti, "Semangatku membara, berkobar-kobar dalam kegelapan."
2
Gunakan perangkat sastra. Perangkat (dalam hal ini, majas) seperti metafora dan simile menambah keragaman dan kedalaman makna pada puisi. Penggunaan perangkat seperti ini bisa membuat puisimu tampak lebih menonjol dan memungkinkanmu untuk menawarkan gambaran yang lebih teperinci bagi para pembaca. Cobalah gunakan perangkat sastra pada puisimu dan gunakan perangkat yang berbeda agar kamu tidak hanya menggunakan metafora atau simile saja pada proses penulisan puisi. [12]
  • Metafora merupakan majas perbandingan satu subjek/objek dengan subjek/objek lain dalam cara yang berbeda atau "mengejutkan". Contohnya, "Aku adalah burung dalam sangkar emas."
  • Simile merupakan majas perbandungan satu subjek/objek dengan subjek/objek lain yang ditandai dengan kata "seperti" atau "bagaikan". Contohnya, "Ia seperti pelangi di malam hari" atau "Hati wanita bagaikan lautan rahasia yang begitu dalam."
  • Kamu juga bisa menggunakan perangkat sastra lain seperti personifikasi. Dengan majas ini, kamu bisa mendeskripsikan objek atau ide menggunakan sifat atau karakter manusia. Sebagai contoh, "Menari-nari nyiur di pantai" atau "Angin pun 

3. Buatlah tulisan yang nyaman untuk didengar.
 Puisi ditulis untuk dibacakan sehingga kamu perlu menulis puisi dan berfokus kepada kecocokan atau keindahan puisi ketika didengarkan. Ketika kamu menulis sesuatu yang nyaman untuk didengar, kamu bisa memainkan struktur puisi dan pemilihan kata. Perhatikan bagaimana setiap baris puisi "mengalir" ke baris berikutnya, serta penempatan kata setelah kata yang lain dapat menciptakan bunyi atau rima pada puisi. [13]
  • Sebagai contoh, kamu bisa memperhatikan perbandingan antara kata "tegar" dan "tabah". Kata "tegar" memiliki suku kata akhir "ar" yang terdengar lebih tajam dan berrima. Sementara itu, kata "tabah" memiliki suku kata akhir "ah". Keduanya memiliki makna yang kurang lebih serupa, tetapi bunyi suku kata akhir pada kata "tabah" terdengar lebih lembut sehingga terlepas dari makna harfiahnya, kata "tabah" seolah mencerminkan adanya unsur kehangatan pada kekuatan seseorang.
4. Hindari klise. Puisi akan terdengar lebih "kuat jika kamu bisa menghindari unsur klise (dalam hal ini, frasa yang terkesan terlalu familiar sehingga maknanya "hilang"). Pilihlah deskripsi dan citraan yang lebih kreatif untuk puisimu agar para pembaca terkejut dan tertarik dengan tulisanmu. Jika kamu merasa bahwa frasa atau gambaran tertentu terkesan terlalu familiar bagi para pembaca, gantilah dengan frasa atau gambaran yang lebih unik. [14]
  • Sebagai contoh, kamu mungkin memperhatikan penggunaan kalimat klise "Ia selalu sibuk, layaknya seekor lebah yang terbang hilir mudik" untuk mendeskripsikan seseorang dalam puisi. Kamu bisa menggantinya dengan kalimat/frasa yang lebih unik, seperti "Kakinya selalu melangkah, mondar-mandir tak kenal lelah" atau "Berlari ia menyusuri lorong, dengan langkah sedikit berong."\

Share:

Related Posts:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.